PlayStation

Lowongan Kerja Sony Bikin Isu Harga Dinamis di PS Store Kembali Ramai

Lowongan Senior Director monetisasi di PlayStation menyebut "intelligent pricing". Fans khawatir harga dinamis di PS Store makin diperluas. Ini penjelasannya.

Oleh Redaksi DDS12-Game · · 2 menit baca

PlayStation 5 and DualSense with transparent background — ilustrasi untuk berita: Lowongan Kerja Sony Bikin Isu Harga Dinamis di PS Store Kembali Ramai
Foto: Soberian (this retouched file)Osh33m (original photograph) — CC BY-SA 4.0

Isu harga dinamis di PlayStation Store kembali jadi bahan obrolan. Pemicunya bukan pengumuman resmi, melainkan sebuah lowongan kerja yang dipasang PlayStation untuk posisi Senior Director of Digital Games Monetisation.

Lowongan ini pertama kali disorot oleh situs The Game Post, lalu diangkat oleh Push Square. Yang bikin gamer waspada adalah beberapa frasa di dalam deskripsi pekerjaannya.

Apa isi lowongan tersebut?

Menurut deskripsinya, kandidat yang terpilih bertugas memaksimalkan "kinerja komersial konten publisher". Tanggung jawabnya mencakup mendorong adopsi dan pengembangan "intelligent pricing", memperluas dampak program penawaran tertarget (targeted offers), serta mempercepat pengembangan kemampuan monetisasi di masa depan di seluruh store.

Bahasanya memang masih umum dan khas lowongan korporat. Tapi bagi sebagian fans, istilah "intelligent pricing" terdengar seperti sinyal bahwa Sony ingin melanjutkan eksperimen harga dinamis yang sempat ramai awal tahun ini.

Kilas balik: eksperimen diskon yang tidak sama rata

Buat yang ketinggalan, sebelumnya Sony ketahuan memberikan diskon tertarget ke sebagian pengguna PS Store, tanpa penjelasan jelas siapa yang berhak mendapat promo terbaik dan apa alasannya.

Perlu digarisbawahi, Push Square mencatat tidak ada contoh kasus harga naik. Yang terjadi adalah sebagian pengguna mendapat potongan lebih besar dibanding pengguna lain. Teorinya, semakin banyak Sony mempelajari kebiasaan pemain, semakin Sony bisa menggunakan harga dinamis untuk memancing aksi tertentu di storefront mereka.

Masalahnya ada di rasa keadilan. Wajar kalau pemain merasa tidak nyaman ketika tahu orang lain mendapat harga lebih murah untuk game yang sama, sementara alasannya tidak transparan.

Konteks yang bikin isu ini sensitif

Menurut Push Square, kekhawatiran ini muncul di saat Sony sedang disorot karena memberi sinyal akan berhenti memproduksi game fisik pada 2028. Kalau itu terjadi, pemain makin bergantung pada PS Store sebagai satu-satunya tempat belanja, sehingga kebijakan harga di store jadi jauh lebih penting.

Editor Push Square sendiri menilai lowongan ini masih terlalu samar untuk dijadikan alasan marah. Namun ia berharap, kalau harga dinamis benar-benar diterapkan lebih luas, Sony setidaknya transparan soal siapa yang mendapat penawaran terbaik dan kenapa.

Apa artinya buat gamer Indonesia?

Untuk saat ini, semua masih sebatas spekulasi dari sebuah lowongan kerja. Belum ada pengumuman resmi dari Sony soal perubahan sistem harga di PS Store. DDS12-Game akan memperbarui informasinya jika ada kabar lanjutan.

#PS5 #PlayStation Store #Sony #harga game